dengan mensikapi problema kehidupan akan menentukan nilai hidup anda
pola hidup sehat dan disiplin untuk memotivasi diri meraih kebahagian, potret kehidupan si miskin di negara kita, bisa jadi karena salah kelola/penafsiran dan mensikapi terhadap keberadaan mereka. mereka sampai saat ini tetap saja miskin tidak hanya dari sisi ekonomi juga bobot nilai kualitas hidup mereka tetap saja di bawah garis kemiskinan yang distandarkan oleh WHO dengan angka GNP nya. misalnya seorang tukang becak/buruh tani/buruh cuci/tukang gendong, yang sehari bergelut dengan sampah. masihkah ada hari esok untuk mereka, kadang mereka iri sama mereka yang duduk di parlemen yang sosoknya mewakili keberadaan mereka, tapi jauh panggang dari pada api. mereka tdk akan care/peduli kecuali dengan cara mereka dan untuk kepentingan mereka. mereka yang ada di kantor pemerintah, bengak-bengok pejabat negara di media koran dan televisi memberi patokan harga/angka gaji pegawai negeri minim 2 – 5 jt/bulan, memberi harapan kenaikan gaji guru dan pegawai negeri memberi opini seperti itu apa tidak mengingkari kenyataan hidup orang/rakyat lain yang tidak pegawai pemerintahan. bahwa hal semacam itu akan memberi dampak harga-harga semakin melambung sebelum kenyataan kenaikan gaji mereka juga mencederai golongan bukan korpri. lalu apa yang yang harus dilakukan oleh orang kecil dan miskin ?. salah satu hal mereka yang kaya akan menyalahkan orang miskin bahwa mereka males/tidak kerja keras/pola pikir ‘kere’, pola hidup ‘pengemis’ dan lainnya, bahkan mereka terang-terang an mencap preman/gelandangan/barisan pekat (penyakit masyarakat) meresahkan dan mengganggu likungan sampai-sampai setiap unjung gang ditulisi pemulung dilarang masuk/pengemis/pengamen dijanjikan hari tertentu untuk mengais sebagian rekeji mereka, lalu apa yang harus dilakukan oleh pemerintah kecuali memberi perlindungan/kenyamanan dan rasa aman bagi mereka yang kaya dan mapan.
test
1. punya mimpi dan obsesi ingin berhasil
Semua orang pasti mempunyai mimpi entah sekedar angan-angan atau cita-cita. Tetapi tidak semua orang mampu membawanya ke arah tindakan nyata atau mewujudkan mimpinya itu. Hal ini yang membedakan apakah kita mempunyai visi yang mampu diilustrasikan dan divisualkan atau tidak, untuk mencapai maksud/tujuannya. Bahkan sebagian besar orang tidak menyadari potensi dirinya, Namun sisi lain seseorang cenderung merespon negatif bila kita menghadapi kegagalan atau hambatan dalam hidup, sepertinya kita terbelenggu pada persepsi yang salah (respon) seperti keluh-kesah, malas, pengin enaknya saja, hidup pingin cepet kaya tapi tidak mau “rekoso” dulu, sikap mental yang selalu bergantung, inginnya diberi tapi tidak suka memberi, pola pikir sempit (instant) – menyalahkan orang lain, dan suka mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahan sendiri atau persepsi negatif lainnya.
Pernahkah anda gagal dalam sesuatu hal, apakah Anda patah semangat ? tidak tahu apa yang harus anda lakukan, atau anda tiba-tiba melihat semua jalan menjadi buntu. ?.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Recent
-
Links
-
Archives
- December 2008 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS